POST DETAIL

Minggu, 24 Maret 2013 - 15:35

Sikapi Isu Kudeta, MKRI Keluarkan Deklarasi 25 Maret

DEKLARASI 25 Maret - Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) mengeluarkan Deklarasi 25 Maret untuk menghadapi isu kudeta yang gencar dihembuskan kubu pemerintah. 

Bertolak belakang dengan pernyataan - pernyataan bernada khawatir mengenai kemungkinan kerusuhan dan aksi anarkis pada Senin, 25 Maret 2013 besok yang menurut pemerintah akan berujung kudeta, MKRI justru menyatakan dalam deklarasinya bahwa mereka akan menggelar aksi Damai dan Gembira.

"Seluruh jaringan MKRI di tanah air serta elemen-elemen masyarakat yang sepaham hendaknya tetap menjalankan aksi di pusat-pusat pemerintahan di kota/wilayah masing-masing, dilakukan dengan damai dan gembira, tidak terprovokasi oleh upaya-upaya yang ingin mengaborsi gerakan," ujar Ketua Presidium MKRI,Ratna Sarumpaet dalam deklarasi yang dibacakan pada Minggu (24/3/2013) di sekretariat MKRI, Tebet, Jakarta Selatan.

MKRI pun menegaskan bahwa mereka  tetap pada tuntutannya untuk meminta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Boediono turun dan pembentukan pemerintahan transisi.

"Respon buruk rezim Yudhoyono-Boediono terhadap gerakan-gerakan sipil yang mengkritisinya khususnya terhadap rencana aksi damai yang akan digelar MKRI secara serentak pada tanggal 25 Maret 2013, semakin meyakinkan kami bahwa rezim ini telah kehilangan legitimasi moral dan harus segera diakhiri," tegas MKRI dalam kalimat pembuka deklarasi tersebut.

MKRI juga menyatakan bahwa pemerntahan transisi nantinya yang akan menggelar Pemilu untuk menghindari kekosongan kekuasaan.

"Menyerahkan kekuasaan pada pemerintahan transisi untuk menyiapkan pemilu yang lebih baik, jujur, bersih dan terpercaya," jelas MKRI. [Mus]

MOST POPULAR