POST DETAIL

Kamis, 20 Desember 2012 - 08:05

Berita Foto : Ratu Pembobol Tempat Kos Diringkus Polisi

Jakarta, seruu.com - Ratu pembobol tempat kos yang biasa beroperasi di wilayah Jakarta akhir berhasil diringkus satuan reserse Polsek Metro Tanah Abang, Rabu (19/12/2012).

Tersangka Sunarni, berhasil dibekuk di rumahnya di Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu (15/12/2012) kemarin, setelah sebelumnya membobol delapan kamar kos milik pensiunan Jenderal polisi di Jalan H. Sarmili, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Dari tangan tersangka, sedikitnya puluhan laptop, perhiasan, kamera, dan barang berharga hasil kejahatan berhasil disita polisi.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Suyudi Ario Seto dalam jumpa pers di Mapolsek Tanah Abang mengatakan, sebelum beraksi wanita berkacamata itu datang menemui pemilik kos dengan dalih mengaku sebagai karyawan sebuah Bank dan ingin menyewa kamar kos, setelah mendapatkan kunci kamar, rumah dan pagar, tersangka menguras barang-barang milik penghuni kos lain dengan mencongkel pintu kamar.

"Dia mengaku sebagai karyawan bank dan berdalih ingin menyewa kamar, setelah dapat kunci kamar dan tempat kos, dia langsung melancarkan aksinya disaat para penghuni kos sedang bekerja," Kata Suyudi.
 
Untuk melancarkan aksinya terang Suyudi, Sunarni memperdaya pembantu yang bekerja dirumah kos untuk membelikan barang-barang keperluannya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, sambil menyerahkan uang Rp 1 juta.

“Dia sengaja menyuruh pembantu membeli barang-barang di Blok M agar ada banyak waktu untuk beraksi," terangnya.

Bermodalkan banyak kunci yang telah disiapkan, ia mencoba kunci-kunci itu ke pintu kamar kos.

Delapan kamar bisa dibukanya dan menguras isinya lalu pergi tanpa menunggu pembantu datang.

Sunarni yang dibekuk di rumah kontrakannya awalnya mengelak saat polisi mengatakan jika dirinya yang membobol tempat-tempat kos, namun setelah dipancing dengan nomor handphone yang ternyata benar miliknya, tersangka baru mengaku.

Dari hasil kejahatannya, ibu satu anak ini juga mampu membeli sepeda motor dan  dua mobil yang juga ikut disita Polisi.

"Semua kendaraan itu barang kreditan, Ia mencicil Jazz  sebulan Rp 4 juta, Camry dicicilnya  Rp 10 juta perbulan dan motor Ninja dikredit Rp 3,5 juta setiap bulan," pungkas Suyudi. [dhanny]

MOST POPULAR