POST DETAIL

Kamis, 6 Desember 2012 - 12:30

Galeri Foto: Ketua Komisi IX DPR RI Rujuk Anak Leni Haini ke RSCM

Jakarta, Seruu.com - Wajah Leni Haini mantan atlit peraih medali emas dalam cabang olahraga Perahu Naga (Dragon Boat), kini bisa tersenyum, kegusaran hatinya memikirkan kesembuhan dari penyakit kulit langka yang diderita Habibulah Faseha, anak satu-satunya yang baru berumur 2,5 tahun itu seakan sirna saat mendapat rujukan perawatan dan pengobatan sampai sembuh dari Komisi IX DPR RI di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (6/12/2012). 

Ketua Komisi IX DPR RI, Dr. Ribka Tjiptaning yang mendampingi keluarga pasien di RSCM mengatakan, rakyat Indonesia berhak mendapatkan kesehatan yang layak, dan itu diatur oleh Undang-undang.

"Siapapun itu, apalagi Leni adalah atlit yang pernah mengharumkan nama Bangsa dan Negara di luar negeri, kalau mantan Presiden, wakil Presiden mendapatkan jaminan kesehatan dan ditanggung oleh Negara, apa bedanya dengan anaknya Leni," kata Mbak Ning sapaan akrab wanita yang gigih memperjuangkan sistem pelayanan kesehatan masyarakat.

Dikatakannya, pelayanan kesehatan masih carut marut di republik ini, bayangkan saja, anak dari mantan atlit yang berjuang demi merah putih, mempertahankan harga diri bangsa di luar negeri tapi masih diperlakukan seperti ini, bagaimana dengan masyarakat biasa.

"Ini tamparan buat pemerintah, karena, apabila ada satu saja masyarakat yang ditolak untuk mendapatkan layanan kesehatan, maka negara dianggap gagal menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang selalu di gembar-gemborkan berjalan dengan baik," terangnya.

Saat mendampingi keluarga pasien, Mbak Ning secara langsung menyerahkan surat rekomendasi dari Komisi IX kepada pihak RSCM untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap Habibulah Faseha sampai sembuh.

Pihak RSCM yang diwakili oleh Dokter spesialis penyakit anak, Prof. Dr. Bambang Supriyatno mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan layanan kesehatan kepada pasien, termasuk menyiapkan ruangan khusus bagi pasien, karena pasien tidak bisa ditempatkan di ruangan yang bersama-sama.

"Kami akan memberikan pelayanan yang maksimal dalam kasus ini, saat ini sedang dipersiapkan ruangan khusus bagi pasien agar lebih mudah melakukan pemeriksaan," jelas Bambang. [Dhanny]

MOST POPULAR