POST DETAIL

Rabu, 17 Oktober 2012 - 15:38

Galeri Foto: Aktivis Petisi Blok Mahakam Untuk Rakyat Demo Istana

Jakarta, Seruu.com - Tak kurang dari 200 massa dari serikat pekerja migas Pertamina, pengamat dan pemerhati migas serta mahasiswa penuhi halaman Istana Negara di jalan Medan Merdeka Utara melakukan aksi sekaligus membacakan Petisi Blok Mahakam Untuk Rakyat yang menghendaki tidak diperpanjangnya kontrak Blok Mahakam oleh asing.

Disamping permintaan oleh Manajemen Total, PM Prancis Francois Fillon juga telah meminta perpanjangan kontrak Mahakam saat berkunjung ke Jakarta, Juli 2011. Begitu pula Menteri Perdagangan Luar Negeri Prancis Nicole Bricq juga meminta perpanjangan saat Jero Wacik, Menteri ESDM melakukan kunjungan di Paris pada 23 Juli 2012.

Hal serupa disampaikan CEO Inpex, Toshiaki Kitamura ketika bertemu Wakil Presiden Boediono dan SBY pada 14 September 2012. Sesuai UU Migas No 22/2001 jika kontrak migas berakhir pengelolaan diserahkan kepada BUMN, dan Pertamina telah menyatakan keinginan juga kesanggupan mengelola Blok Mahakam berkali-kali sejak tahun 2008.

Namun kontradiktif dengan ststement yang disampaikan Kepala BP Migas Priyono, Wamen ESDM Rudi Rubiandini dan Menteri ESDM Jero Wacik yang tampak lebih memilih untuk mendukung total agar tetap menjadi operator Blok Mahakam. Aksi ini pun mengecam 3 nama tersebut juga SBY sebagai antek-antek asing yang mengejar rente dengan membiarkan potensi 1700 triliun rupiah yang ada di Blok Mahakam untuk dikuasai asing.

"Kita Putra-putri bangsa yang punya kemampuan, kita mampu, kita bukan bangsa yang tidak bermartabat. 3 orang tadi yang tidak punya martabat harus diadili, harus diganti. Kami akan serahkan Petisi dari rakyat yang pendukungnya sudah ribuan, dan kami akan menyampaikan petisi pada SBY untuk ditindaklanjuti agar jangan pernah lagi berpikir untuk memperpanjang kontrak blok mahakam kepada asing, Total E&P, Inpex Corporation," seru Marwan dalam orasinya di depan istana, Rabu (17/10/12).

Petisi ini sudah ditandatangani oleh 500 tokoh yang menyatakan dukungannya. Bahkan aksi tampak begitu padat dan hikmat saat dikibarkan bendera merah putih ukuran raksasa diiringi lagu Indonesia Raya. Serikat Pensiunan pertamina salah satu massa pendukung aksi juga menyerukan hal serupa dengan Marwan yaitu 3 tokoh dari ESDM dan BP Migas merupakan anggota rezim SBY yang jelas mendukung asing.

"Kami tolak UU Migas, dan kami juga yang lakukan judisial review. Dari sejarah ini semoga semua memahami usaha kita untuk pertahankan Pertamina sebagai harga mati untuk kelola Mahakam. SBY selalu perjuangkan kepentingan asing, 3 orang tersebut tidak akan lepas dari rezim SBY," teriak salah satu perwakilan Pensiunan Pertamina. [Ain]

MOST POPULAR