POST DETAIL

Senin, 1 Oktober 2012 - 18:21

Galeri Foto: Aksi Kekerasan Terhadap Mahasiswa di Cianjur

Jakarta, Seruu.com - Aktivis mahasiswa BEM FAI Universitas Suryakancana Cianjur, Jawa Barat yang melakukan aksi damai mengecam film "Innocence of Muslims" pada Selasa (25/9/2012) di bundaran Hypermart mendapat respon keras dari aparat Kepolisian Resort (Polres) Cianjur, Jawa Barat. 

Awalnya, pada saat aksi sedang berlangsung, para mahasiswa didatangi Kepala Satuan Intelkam Polres Cianjur dengan alasan aksi tersebut tidak ada ijin kepolisian dan diminta untuk membubarkan aksi,  setelah dilakukan negosiasi dengan kasat Intelkam disepakati aksi akan bubar dalam 5 menit.

"Namun saat Kasat Intelkam dan mahasiswa sedang bernegoisasi, tiba-tiba anggota Dalmas Polres Cianjur langsung membubarkan dan memukuli mahasiswa yang sedang melakukan negoisasi," kata Adi Supriadi Direktur LBH Cianjur yang juga menjadi korban aksi brutal Polisi dalam acara jumpa pers di kantor LBH Jakarta, Senin (1/10/2012).

Akibat dari aksi represif aparat tersebut, 4 orang mahasiswa yang sempat dipukuli oleh puluhan aparat berhasil dibawa ke pos Polisi Cepu, aksi pemukulan ternyata belum berakhir, salah satu mahasiswa harus mengalami muntah darah akibat dipukuli saat berada di pos Polisi sebelum akhirnya dibawa ke Mapolres Cianjur.

"Para mahasiswa ditangkap Kemudian dipukuli dan dibawa ke Pos Polisi Cepu 8 sambil dipukuli hingga salah satu mahasiswa muntah darah di ruang Pos Polisi," terangnya.

Dikatakan Adi, tiba di Polres Cianjur, dengan mata tertutup para mahasiswa dipukul dan ditendang oleh polisi kemudian dibawa ke ruang Reskrim dan dibiarkan tergelatak di lantai.

"Mata mereka (Mahasiswa) ditutup, dipukuli dan ditendang hingga tak berdaya," ungkapnya.

Menyikapi aksi represif aparat kepolisian hingga menyebabkan korban luka-luka, para mahasiswa kembali menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Cianjur pada Rabu (27/9/2012), belum sampai ke lokasi unjuk rasa, para mahasiswa kembali dihadang puluhan aparat Pengendali Massa (Dalmas) bersenjata gas air mata yang langsung memburu para mahasiswa yang saat itu masih berada diatas motor.

"Aparat langsung mendatangi mahasiswa sambil memukul dan menendang, bahkan motor yang dinaiki mahasiswa ditendang hingga berserakan di jalanan," ungkap Adi.

Aksi brutal aparat Dalmas semakin membabi buta saat salah satu mahasiswa mencoba melarikan diri, setelah tertangkap, mahasiswa tersebut menjadi bulan-bulanan hingga kepala mengeluarkan darah akibat dihantam senjata gas air mata oleh salah satu polisi.

Bahkan Direktur LBH Cianjur Adi Supriadi yang berada di lokasi pun tak luput dari sasaran kekerasan aparat, dan ikut digelandang ke Mapolres Cianjur bersama 11 mahasiswa lain.

Korban-korban mahasiswa yang ditangkap dan di pukuli
1.    Defi mahasiswa, FH;
2.    Agih Ginanjar Giantoro, FH;
3.    Adi Supriadi Direktur, LBH;
4.    Ahmad Zaenudin, FAI;
5.    Awin Fauzan, PJKR FKIP;
6.    Yogi, FKIP;
7.    Ikbal Sakti, FH;
8.    Diki Muzaki, FAI;
9.    Deden Arifin Nur, FT;
10.    HIlal al-Faruq, FT;
11.    Supirmas, FH.

Dan 23 (dua puluh tiga) buah motor berbagai merk  milik mahasiswa dan warga di rusak. [Dhanny Khrisnadhy]

MOST POPULAR