POST DETAIL

Selasa, 18 September 2012 - 14:25

Galeri Foto: Jalani Sidang Keempat, John Kei Tetap Umbar Senyum

Jakarta, Seruu.com - Sidang dengan agenda putusan sela majelis hakim atas eksepsi yang disampaikan kuasa hukum terdakwa John Kei beserta 2 rekannya Joseph Hungan dan Muchlis B. Sahab terkait kasus pembunuhan mantan bos PT Sanex Steel, Tan Hari Tantono alias Ayung kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2012) hari ini.

John Kei yang datang dengan kemeja kotak-kotak dan kacamata hitam nampak tersenyum dan mengacungkan jempol kepada wartawan sesaat sebelum memasuki ruang persidangan.

Dalam ruangan persidangan yang dipenuhi pendukungnya, John Kei nampak tenang duduk di kursi pesakitan bersama dua rekannya mendengarkan penjelasan majelis hakim yang keputusannya menolak eksepsi kuasa hukum John Kei.

Usai menjalani persidangan, John Kei mendatangi meja Jaksa Penuntut Umum untuk bersalaman dan kembali mengumbar senyum kepada media yang meliput persidangan.

Seperti sudah menjadi ciri khasnya, sebelum menuju mobil tahanan, John Kei memberikan salam komando yang langsung diabadikan media, hal yang sama juga dilakukan saat John naik ke dalam mobil tahanan.

John Kei menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena diduga menjadi otak pembunuhan terhadap seorang pengusaha yang juga merupakan mantan direktur PT Sanex Steel, Tan Hari Tantono alias Ayung.

Pengusaha asal Surabaya tersebut ditemukan tewas dengan 23 luka tusukan di sekujur tubuhnya di kamar 2701 Swissbell-hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada 26 Januari 2012 lalu.

John Kei sendiri ditangkap pada 17 Febuari 2012 silam di Hotel C'One Pulomas, Jakarta Timur. Polisi juga menangkap tersangka lainnya dalam kasus pembunuhan ini.

Atas perbuatan tersebut JPU mendakwa John Kei bersama dua orang rekan lainnya yakni Joseph Hungan dan Mukhlis B Sahab dengan dakwaan primer pasal 340 KUHP juncto pasal 55 (ayat 1) point 1, 56 (ayat 2) KUHP dengan ancaman hukuman mati, serta pasal subsider yaitu pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana seberat-beratnya 15 tahun.

Reporter & Fotografer: Dhanny Krisnadhy/Seruu.com

MOST POPULAR