POST DETAIL

Rabu, 6 Juni 2012 - 17:52

Foto: Pengamatan Transit Venus 2012

Seruu.Com - Satu fenomena astronomi yang cukup langka akan terjadi di tahun 2012 ini. Fenomena tersebut adalah transit planet Venus pada tanggal 6 Juni 2012 waktu Indonesia. Terakhir kali peristiwa transit salah satu planet dalam ini terjadi adalah pada tahun 8 Juni 2004 lalu. Dan berikutnya baru akan terjadi lagi pada tahun 2117 dan 2125. Lalu apa yang dimaksud dengan transit dan mengapa kejadiannya begitu langka?

Transit adalah melintasnya planet di depan piringan Matahari karena saat itu Matahari, planet, dan Bumi terletak segaris (konjungsi inferior) dan sekaligus sebidang. Peristiwa ini mirip seperti terjadinya gerhana Matahari. Perbedaannya adalah benda yang berada di antara Matahari dan Bumi bukan Bulan melainkan planet dalam (Merkurius atau Venus). Karena diameter sudut planet jauh lebih kecil daripada diameter sudut Matahari (hanya 1/30 kalinya), maka piringan Matahari tidak akan tertutupi banyak oleh piringan Venus. Dari Bumi, kita hanya akan melihat adanya bintik hitam yang melintasi Matahari. Bintik hitam itulah planet yang sedang transit.

Ilmuwan membuat dua teori untuk menjelaskannya, pertama hal ini membuktikan jika Venus pernah mengalami banjir aliran lava di seluruh kawasan planet sekitar 500 juta tahun lalu dan kemudian mengalami koma secara geologi. Teori kedua, planet itu tetap terjaga dan lava terus disemburkan secara terus menerus.

Sehari Venus setara setahun di Bumi. Bayangkan bila sehari hampir seakan setahun lamanya. Itulah yang terjadi di planet yang juga dikenal dengan sebutan bintang fajar ini. Karena perputaran (rotasi) yang lambat para ilmuwan menyebut satu hari Venus (waktu yang diperlukan planet Venus untuk menyelesaikan satu putaran) setara dengan 243,018 hari di Bumi. Jika itu hanya satu hari, pikirkan bagaimana jika bekerja seminggu saja di sana!

Karena sebagian besar dari atmosfer terbuat dari karbon dioksida, terjadilah efek rumah kaca ekstrim dan menyebabkan pemanasan berlebihan pada permukaan Venus. Tercatat, suhu di permukaan salah satu planet  yang dekat dengan Bumi bisa mencapai 870 derajat Fahrenheit atau setara 470 derajat Celsius.

Tekanan udara di permukaan Venus sangat ekstrim - sekitar 90 kali lebih tinggi dari tekanan di permukaan laut yang ada di Bumi. Dengan kata lain, tekanan di Venus adalah hampir sama dengan tekanan air di Bumi sekitar setengah mil (1 km) di bawah laut.

Tentu saja peristiwa ini tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Kita harus menggunakan alat bantu optik seperti binokular atau teleskop. Dan sama ketika mengamati gerhana Matahari, untuk mengamati transit Venus ini kita harus melengkapi peralatan kita dengan filter/penapis cahaya Matahari. Tanpa filter Matahari, mata kita akan terbakar, rusak, dan akhirnya membuat kita buta.

Untuk itu, siapkanlah pengamatannya sebaik mungkin. Apabila tidak memiliki teleskop, Anda bisa mendatangi komunitas/institusi yang mengadakan kegiatan pengamatan transit Venus ini. Silakan ikuti terus tulisan ini, kami akan perbaharui setiap ada kegiatan pengamatan dan lokasi yang dijadwalkan. Siapa tahu lokasi tersebut dekat dengan tempat Anda tinggal. [er]

MOST POPULAR