POST DETAIL

Rabu, 28 Maret 2012 - 09:55

Galeri Foto, Bentrok Gambir 27 Maret 2012

Jakarta, Seruu.com - Aktivis Kemanusiaan, Ratna Sarumpaet menyatakan kegeramannya atas tindakan aparat kepolisian terhadap sekitar 1500 mahasiswa dari Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (KONAMI) yang dibubarkan paksa dengan kekuatan penuh oleh aparat saat hendak menuju Istana Negara, Selasa (26/3/2012).

Ratna yang mengaku berada di lokasi peristiwa dan menyaksikan berbagai tindakan kejam dan brutal aparat mendesak diadakan pengusutan resmi terkait tindakan anarkis polisi.

"Didepan mata kepala saya sendiri saya lihat orang yang sudah tidak melawan diinjak-injak secara membabi buta sama puluhan polisi. Dimana perikemanusiaan mereka. Apa hak mereka melakukan tindakan keji seperti itu, saya disana, dan saya tidak melihat ada alasan yang membenarkan polisi berlaku anarkis kepada mahasiswa," ujar Ratna dengan berapi-api saat ditemui di RSCM, Selasa (27/3/2012) malam.

Menurut Ratna, bentrokan dan kekerasan jelas dipicu arogansi aparat yang memblokade langkah mahasiswa ke Istana Negara dan mewajibkan penggeledahan terhadap para mahasiswa sementara mereka tidak melakukan hal tersebut kepada ribuan demonstran lainnya.

"Siapa yang bilang mahasiswa memulai polisi. Saya ada di lapangan, apa salahnya adik-adik mahsiswa ini, mereka mau ke Istana tapi diblokir di deket Monas, mereka ngotot dong mau nerobos. Yang justru harus dipertanyakan kenapa polisi mau menggeledah dan melarang mereka ke istana, apa salah mereka, kok yang lain boleh, kenapa mahasiswa justru dilarang-larang," ketus Ratna.

Saat menjenguk sejumlah mahasiswa yang dirawat di RSCM tersebut Ratna juga mempertanyakan kemana puluhan mahasiswa yang dilihatnya dilapangan mengalami kekejaman dan amukan dari para aparat.

"Ini yang tersisa disini cuma yang ringan-ringan saja. Saya lihat sendiri puluhan orang yang kena. Ada yang sangat parah dan saya pikir gegar otak mestinya, tapi disini tidak ada. Kemana, polisi harus kasih tahu, mereka tidak boleh menyembunyikan dimana orang-orang yang terluka parah, yang diinjak - injak, kami akan usut dan tindaklanjuti ini," pungkas Ratna dengan geram. [priambodo/mus]

 

MOST POPULAR